AYAT –AYAT TENTANG UJIAN PERSPEKTIF SYEIKH IMAM NAWAWI ( KAJIAN TEMATIK DALAM TAFSIR AL-MUNIR )

Authors

  • Agus Mukmin Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
  • Agussalim Agussalim Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

DOI:

https://doi.org/10.53888/alidaroh.v3i1.619

Keywords:

Ujian Perspektif, Syiekh Imam Nawawi, Kajian Tematik Tafsir Al-Munir

Abstract

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah merasakan sesuatu kondisi yang tidak diinginkannya seperti musibah, masalah, rasa khawatir bahkan ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Pada kondisi lain, manusia juga merasakan saat dimana jiwanya tenang, jauh dari masalah dan berlimpah rezeki. Dua keadaan manusia yang berbeda ini adalah sunnatullah. Itu artinya semua itu merupakan bagian dari pada ujian yang Allah swt berikan kepada umatNya untuk melihat siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mencari makna ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia, sekaligus untuk mengetahui apa dan bagaimana ujian itu berlangsung dan bentuk-bentuk ujian dalam pandangan Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani melalui karya monumentalnya yaitu Mirahu Labid li Kasyfi Ma’na Qur’an Majid atau yang lebih popular dengan nama tafsir Al-Munir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tematik (Maudu’i) yang mana mengarah kepada satu tema yaitu ujian dengan sumber data primer Tafsir Marah Labid atau Tafsir Al-Munir karya Imam Nawawi Al-Bantani dan data sekunder dari beberapa buku dan karya ilmiah yang membahas tentang ujian Allah SWT kepada manusia. Hasil penelitian ini berdasarkan dari beberapa term  di dalam al-Qur’an  yang mempunyai arti yang sama yaitu ujian, yang mana term tersebut seperti buliya, mahana, dan fitnah. Kata Buliya disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 35 kali dan kata Mahana, disebutkan sebanyak 2 kali dan kata Fitnah yang berartikan ujian disebutkan 5 kali. Dari penelitian ini Imam Nawawi menjelaskan berbagai bentuk ujian seperti rasa takut dan khawatir, rasa lapar, kekurangan harta, penyakit hingga kehilangan nyawa. Selain itu juga dijelaskan bahwa ujian tidak hanya bermacam seperti tersebut tadi tapi juga berupa kesenangan duniawi seperti nikmat rezeki yang luas, umur dan lainnya. Adapun tujuan dari ujian tersebut menurut Imam Nawawi Al-Bantani adalah untuk mendorong manusia untuk bertaqwa kepada Allah swt dan mendorong manusia agar selalu membersihkan hati dan menjadikan manusia beriman sehingga diketahui siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur.

Downloads

Published

2024-01-31

How to Cite

Mukmin, A., & Agussalim, A. (2024). AYAT –AYAT TENTANG UJIAN PERSPEKTIF SYEIKH IMAM NAWAWI ( KAJIAN TEMATIK DALAM TAFSIR AL-MUNIR ). Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah, 3(1), 1-10. https://doi.org/10.53888/alidaroh.v3i1.619
Abstract Views: 321 | File Views: 254

Most read articles by the same author(s)