INTEGRASI TAZKIYATUN NAFS DALAM MENGATASI OVERTHINKING PADA GENERASI Z DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.53888/muhafadzah.v6i2.1080Kata Kunci:
tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), berpikir berlebihan, generasi z, ruminasi, kesehatan mental, era digital.Abstrak
Fenomena overthinking pada generasi Z menjadi salah satu permasalahan psikologis yang semakin meningkat di era digital. Perkembangan teknologi dan intensitas penggunaan media sosial memicu munculnya rumination, yaitu pola pikir berulang yang berfokus pada hal negatif tanpa solusi yang jelas, sehingga berdampak pada meningkatnya kecemasan, gangguan tidur, serta penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi tazkiyatun nafs sebagai pendekatan dalam mengatasi overthinking pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan psikologi modern seperti mindfulness efektif dalam mengelola gejala overthinking, namun masih terbatas pada aspek kognitif dan emosional. Sementara itu, konsep tazkiyatun nafs dalam psikologi Islam menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui proses penyucian jiwa, pengendalian diri, dan penguatan spiritual. Integrasi kedua pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs dapat berperan dalam memutus siklus pikiran negatif secara lebih mendalam. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi solusi preventif dan kuratif dalam menjaga kesehatan mental generasi Z di era digital











