IMPLEMENTASI PENDEKATAN BEHAVIOR UNTUK MEMBANTU MENGATASI PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMA NEGERI 5 KOTA LUBUKLINGGAU
DOI:
https://doi.org/10.53888/muhafadzah.v4i1.672Kata Kunci:
Implementasi, Pendekatan Behavior, Penyalahgunaan NAPZAAbstrak
Bagaimana implementasi dengan pendekatan behavior untuk membantu mengatasi penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru BK, Anggota BNN (Badan Narkotika Nasional) Lubuklinggau dan beberapa Peserta didik. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif (penarik kesimpulan). Data-data hasil penelitian diuji kembali keabsahannya dengan menggunakan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara, membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan: 1) Implementasi pendekatan Behavior untuk membantu mengatasi penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 5 Lubuklinggau dilakukan melalui proses: a) Pengimplementasian program sekolah dengan menggunakan pendekatan behavior yang bertujuan untuk mengantisipasi para siswa SMA Negeri 5 Lubuklinggau agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan NAPZA b) Dengan menggunakan teknik konseling ekologi yang dimana konseling ekologi merupakan konseling yang melibatkan pihak internal dengan lingkungan, yang dimana yang merupakan pihak internal adalah SMA Negeri 5 Lubuklinggau dan lingkungannya adalah pemerintah setempat dan BNN (Badan Narkotika Nasional) Lubuklinggau c) Dalam pelaksanaan nya SMA Negeri 5 bekerja sama denganĀ lingkungan setempat dan BNN (Badan Narkotika Nasional) Lubuklinggau. 2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan implementasi pendekatan behavior ini mendapat dukungan dari pemerintah lingkungan setempat dan BNN (Badan Narkotika Nasional) Lubuklinggau, adanya semangat siswa untuk menambah wawasan dengan bimbingan yang di berikan guru bk dan penyuluhan yang dilakukan BNN. Faktor penghambat nya yaitu ada siswa yang tidak mau mengikuti kebijakan dari sekolah, minimnya biaya dalam pelaksanaannya, adanya gangguan sinyal untuk melakukan bimbingan oleh guru bk.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Muhafadzah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

